|
UNTUK DIJADIKAN KAWASAN LINDUNG
(“DIHIJAUKAN”)
Analisis ini bertujuan untuk
memetakan kawasan potensial untuk dijadikan kawasan lindung dan atau hutan
lindung menggunakan teknik penginderaan jauh dan analisis SIG. Bahan utama
analisis untuk tujuan tersebut adalah citra digital Landsat ETM+ tahun 2009 dan
2010 dan data sekunder peta. Kawasan potensial untuk dijadikan kawasan lindung
dan atau hutan lindung ini diperoleh dengan mengevaluasi lahan yang memiliki
kriteria sebagai kawasan lindung. Konsep evaluasi lahan tersebut didasarkan pada
penilaian karakteristik lahan (parameter) berupa ada atau tidaknya konsesi
perkebunan (HGU), kedalaman gambut, tutupan lahan, tutupan hutan, sistem lahan,
satuan lahan (tanah), fungsi hutan dan batas Kawasan Ekosistem Leuser.
Secara garis besar, analisis ini melalui 2 tahapan. Tahap pertama yaitu
pengolahan citra digital, tahap kedua adalah analisis Sistem Informasi Geografis
(SIG). Pengolahan citra digital meliputi, yaitu (1) pengolahan awal yang terdiri
dari koreksi geometrik citra, penyusunan citra komposit dan penajaman citra
dengan teknik perentangan kontras (Contrast Stretching), (2) penerapan
transformasi HSI (Hue, Saturation and Intensity) untuk fusi citra (image
fusion) melalui metode pan-sharp dan interpretasi visual dengan digitasi
layar (on screen digitation) untuk memperoleh data tutupan lahan dan
tutupan hutan.
Sedangkan analisis SIG dilakukan dengan meng-overlay semua layer
parameter lahan yang digunakan dengan metode pengharkatan (scoring) untuk
memperoleh peta akhir, yakni peta potensial lahan untuk dijadikan kawasan
lindung, dimana parameter yang memiliki pengaruh dan kesesuaian lebih tinggi
untuk dijadikan kawasan lindung diberi harkat lebih besar. Hasil dari
pengharkatan tiap parameter kemudian dikelompokkan menjadi empat kelas lahan
potensial untuk dijadikan kawasan lindung, yang diperoleh dari selisih antara
harkat total tertinggi dengan harkat total terendah yang kemudian dirasiokan
dengan jumlah kelas yang diinginkan. Penentuan kelas kawasan potensial
dirumuskan sebagai berikut :
|
Interval Kelas = Nilai skor tertinggi – nilai skor terendah
Jumlah kelas potensial lahan
|
……………….. (1)
Tabel 3.12. Klasifikasi Kawasan Potensial Untuk
Rehabilitasi Mangrove
|
Kelas |
Kriteria |
Harkat |
|
I |
Sangat Potensial |
14 - 18 |
|
II |
Potensial |
19 - 23 |
|
III |
Cukup Potensial |
24 – 28 |
|
IV |
Kurang Potensial |
29 – 33 |
Pada dasarnya metode overlay pengharkatan ini bertujuan agar data
terkuantisasi dalam kelas, sehingga dapat terlihat urutan prioritasnya untuk
peruntukkan tertentu. Kriteria pengharkatan disesuaikan dengan tujuan dari
analisis dan beberapa diambil dari peraturan perundangan mengenai penetapan
kawasan lindung.
Adapun parameter lahan dan kriteria pengharkatan yang digunakan dalam analisis
ini adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Data yang digunakan dalam Analisis
Potensial Lahan untuk dijadikan Kawasan Lindung (“dihijaukan”)
|
No. |
Data |
|
1 |
Konsesi HGU |
|
2 |
Kedalaman Gambut |
|
3 |
Penggunaan Lahan |
|
4 |
Tutupan Hutan |
|
5 |
Sistem Lahan |
|
6 |
Fungsi Hutan |
|
7 |
Kawasan Ekosistem Leuser |
|
Tabel 2. Harkat Data Konsesi
|
No. |
Konsesi |
Harkat |
|
1 |
HGU |
1 |
|
2 |
Non HGU |
5 |
|
Tabel 3. Harkat Data Kedalaman Gambut
|
No. |
Kedalaman Gambut |
Harkat |
|
1 |
Bukan Gambut |
1 |
|
2 |
< 2 |
3 |
|
3 |
> 2 |
5 |
|
|
Tabel 4. Harkat Data Penutup Lahan
|
No. |
Penutup Lahan |
Harkat |
|
1 |
Pemukiman, Area Kota,
Perkebunan Sawit |
1 |
|
2 |
Sawah Irigasi, Kebun Campur |
2 |
|
3 |
Singkapan Pasir, Singkapan
Tanah, Padang Rumput, Semak belukar, Danau, Sungai |
3 |
|
4 |
Hutan Primer, Hutan
Sekunder |
4 |
|
5 |
Hutan Rawa |
5 |
|
Tabel 5. Harkat Data Tutupan Hutan
|
No. |
Tutupan Hutan |
Harkat |
|
1 |
Non Hutan |
3 |
|
2 |
Hutan |
5 |
|
|
Tabel 6. Harkat Data Sistem Lahan
|
No. |
Sistem Lahan |
Harkat |
|
1 |
Teweh, Koto Tinggi |
1 |
|
2 |
G.Gadang, B. Balang, B.
Ayun, B. Anai, B. Barangin, B. Masung, Maput, Luang, Telawi,
Pendreh, B. Pandan |
2 |
|
3 |
Lubuk Sikaping, Lawanguang,
S. Mimpi |
4 |
|
4 |
Sebangau, Banjah Bekasik,
Puting, Bakunan, Sikladi Panjang, Pulau Rotan, Kajapah, Banjah
Lawas, Kahayan, D.Paya Laot |
5 |
|
Tabel 7. Harkat Data Fungsi Hutan
|
No. |
Fungsi Hutan |
Harkat |
|
1 |
Area Penggunaan Lain |
1 |
|
2 |
Danau/Laut Air |
2 |
|
3 |
Hutan Lindung |
5 |
|
|
Tabel 8. Harkat Data Batas KEL
|
No. |
Kawasan |
Harkat |
|
1 |
KEL |
5 |
|
2 |
Diluar KEL |
3 |
|
|
Adapun hasil dari analisis berupa data luasan setiap kelas potensial lahan dan
peta, seperti yang terlihat pada tabel 9 dan gambar 1.
Tabel 9. Luasan masing-masing kelas
potensial lahan untuk dijadikan kawasan lindung di Rawa Tripa
|
KELAS POTENSIAL LAHAN |
|
TOTAL |
|
NAGAN RAYA |
ACEH BARAT DAYA |
|
Kurang Potensial |
1.140,65 |
0 |
1.140,65 |
|
Cukup Potensial |
7.976,58 |
2.818,47 |
10.795,04 |
|
Potensial |
23.449,76 |
19.218,47 |
42.668,23 |
|
Sangat Potensial |
2.812,80 |
1.748,27 |
4.561,07 |
|
Total |
35.379,79 |
23785,21 |
59.165,00 |
|